BEKASISATU, KOTA BEKASI— Suasana kerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi menuai sorotan setelah sejumlah pegawai mengeluhkan gaya kepemimpinan Direktur Utama Ellya Niken Prastiwi. Para staf menilai jajaran pimpinan menerapkan tekanan kerja yang berlebihan hingga memicu keresahan internal.
Dugaan penekanan tersebut disampaikan salah satu kepala bagian yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengungkapkan bahwa lingkungan kerja di rumah sakit daerah tersebut sudah tidak lagi kondusif.
“Saya sudah bertahun-tahun bekerja di sini di bawah jajaran direksi, tetapi kali ini yang paling parah dan tidak manusiawi. Tekanan kerja membuat saya stres sampai terbawa ke rumah,” ujarnya saat menceritakan kondisinya kepada bekasisatu.com, Jumat (23/10/26)
Ia menambahkan, perlakuan kasar sering terjadi di tengah jam kerja tanpa alasan yang jelas. “Saya dimaki-maki dan diteriaki saat sedang bekerja. Itu tidak pantas dijadikan panutan. Apa salah saya? Tolong Pak Wali Kota, tolong kami di sini,” ucapnya.
Kondisi tersebut membuatnya mempertimbangkan untuk pindah tugas dari RSUD Chasbullah Abdul Madjid demi mendapatkan suasana kerja yang lebih sehat. “Asalkan saya dipindah dari sini tidak apa-apa. Bekerja di sini sekarang serba salah, semua dinilai salah,” katanya.
Keluhan serupa diungkapkan seorang pegawai di ruang ICU. Menurutnya, ancaman pemecatan kerap membayangi pekerja meski hanya melakukan kekeliruan kecil.
“Kalau kami salah sedikit langsung dimaki-maki. Coba kalau direktur yang salah, siapa yang berani memaki? Ini tidak adil,” tegasnya.
Selain masalah tekanan mental, isu kesejahteraan pegawai turut menjadi beban. Hak uang remunerasi yang menjadi tumpuan pendapatan pekerja diduga sering mengalami pemotongan.
“Padahal gaji kami di sini sudah kecil dan selalu dipotong. Mau makan apa kami kalau begini terus?” tuturnya.
Para pegawai berharap Wali Kota Bekasi Tri Adhianto segera turun tangan menangani persoalan manajemen di RSUD Chasbullah Abdul Madjid. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Chasbullah Abdul Madjid maupun Wali Kota Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.













