BEKASISATU, KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendesak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi untuk segera mengambil langkah penetrasi guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Desakan ini dilontarkan menyusul lambatnya realisasi sejumlah kerja sama strategis dengan pihak ketiga yang dinilai berpotensi besar menyumbang pemasukan daerah dan menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Teman-teman BUMD yang harus memberikan kontribusinya, tolong disegerakan. Terkait investasi juga harus cepat diproses, terutama kerja sama yang berimplikasi langsung pada pendapatan daerah,” tegas Tri Adhianto dikutip Selasa (04/08/26).
Tri menyoroti beberapa proyek potensial yang proses administrasinya masih berlarut-larut. Salah satunya adalah pengelolaan Pasar Baru oleh PT Mitra Patriot. Menurutnya, proses penyerahan aset tersebut tak kunjung usai meski tenggat waktu penandatanganan sudah lewat.
“Terkait Pasar Baru yang resmi dikelola PT Mitra Patriot, sampai hari ini belum ada penyerahan ke pihak ketiga padahal minggu lalu rencananya sudah ingin ditandatangani. Saya bahkan belum melihat kisi-kisi apa saja yang diperjanjikan dalam draf tersebut. Kita ini harus mampu melihat dan menangkap peluang,” ungkapnya.
Selain Pasar Baru, Tri juga menyayangkan mandeknya potensi investasi di kawasan Pondok Gede. Meski sudah ada ketertarikan dari pihak ketiga, prosesnya dinilai masih berkutat pada birokrasi tanpa progres yang berarti.
Kritik paling tajam diarahkan pada lambannya proses kerja sama pengelolaan Stadion Patriot Chandrabhaga yang saat ini berada di bawah kewenangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Rencana pelibatan pihak ketiga yang sudah diinisiasi sejak tahun lalu dinilai jalan di tempat hingga bulan Agustus ini.
Padahal, Wali Kota menegaskan, swastanisasi pengelolaan stadion kebanggaan warga Kota Patriot tersebut dapat memangkas beban pemeliharaan rutin secara drastis.
“Termasuk kerja sama pihak ketiga untuk Stadion Patriot Chandrabhaga, sejak satu tahun lalu diinisiasi sampai Agustus ini masih jalan di tempat. Padahal kalau diserahkan ke pihak ketiga, kita bisa melakukan efisiensi biaya pemeliharaan yang mencapai hampir Rp15 miliar per tahun,” papar Tri.
Ia berharap seluruh jajaran OPD terkait bisa memangkas birokrasi yang berbelit agar kesepakatan dengan investor dapat segera terjalin.
“Kalau prosesnya cepat, kita bisa langsung cut off pengeluaran rutin itu. Uang dari pihak ketiga masuk ke kas daerah, dan biarkan mereka yang mempercantik fasilitas serta membuat lebih banyak kegiatan di sana,” tutupnya.













