Example floating
Example floating
Daerah

Serapan Disperkimtan Kota Bekasi Capai 60 Persen, Proyek Sekolah Dikebut

Galih
×

Serapan Disperkimtan Kota Bekasi Capai 60 Persen, Proyek Sekolah Dikebut

Sebarkan artikel ini
Foto : Kepala Disperkimtan Kota Bekasi Widayat Subroto (doc.net)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) tengah tancap gas menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur. Memasuki triwulan kedua tahun anggaran 2026, realisasi fisik pembangunan gedung pemerintahan, khususnya sarana pendidikan, sukses menyentuh angka 60 persen.

Langkah percepatan ini sengaja diambil guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga, sekaligus menghindari kebiasaan buruk menumpuknya penyelesaian proyek di penghujung tahun.

Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, menginstruksikan seluruh jajaran dan pihak kontraktor untuk memacu ritme kerja sejak pertengahan tahun. Ia menargetkan fasilitas publik, terutama sekolah, sudah bisa dinikmati warga dalam waktu dekat.

“Dari sekarang kita sudah mulai mengebut pengerjaan agar bangunan fisik cepat selesai. Target maksimal kami di bulan September nanti, rata-rata seluruh proyek bangunan sudah rampung,” tegas Broto dikutip, Minggu (02/08/26).

Broto merinci, fokus utama pengerjaan saat ini ada pada rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah yang tersebar di berbagai titik di Kota Bekasi. Ia memastikan seluruh proyek pendidikan sudah berjalan sepenuhnya.

“Untuk proyek bangunan, progresnya relatif sudah maju dan beberapa sudah mulai ada yang selesai. Kalau bangunan sekolah progresnya sudah di atas 50 persen, atau sekitar 50 sampai 60 persen,” ungkapnya.

“Untuk sekolah sudah berjalan semuanya. Sekarang tinggal percepatan pelaksanaannya saja agar tidak sampai menyentuh akhir tahun,” tambah Broto memastikan.

Kawasan Permukiman Menyusul

Meski pembangunan gedung fasilitas pendidikan melesat, Widayat tak menampik bahwa realisasi untuk sektor perumahan dan kawasan permukiman masih berada di tahap awal. Hal ini dikarenakan pengerjaan di sektor tersebut baru saja dieksekusi usai proses administrasi rampung.

“Kalau untuk kegiatan perumahan dan permukiman memang baru mulai sekitar dua minggu terakhir. Jadi, progresnya masih di angka 20-an persen,” paparnya.
Secara akumulatif, jika menggabungkan seluruh portofolio program Disperkimtan tahun ini—yang mencakup pembangunan gedung, penataan kawasan permukiman, hingga urusan pertanahan—realisasi keseluruhan menunjukkan tren yang sangat positif.

“Secara keseluruhan, termasuk urusan pertanahan, realisasi kita saat ini berada di kisaran 40 sampai 50 persen. Tetapi untuk pekerjaan bangunan fisik sendiri, rata-rata sudah mendekati 60 persen,” tutup Broto.

error: Content is protected !!