BEKASISATU, KOTA BEKASI — Teka-teki mengenai siapa yang akan memimpin jalannya birokrasi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Bekasi menggantikan Junaedi akan segera terjawab. Panitia seleksi telah merampungkan seluruh tahapan ujian bagi empat kandidat kuat, dan kini prosesnya berlanjut pada tahap krusial di tingkat provinsi maupun pusat.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi, Anjar Budiono, memastikan proses penyeleksian telah memasuki babak akhir. Saat ini, hasil seleksi tersebut akan dilaporkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Kota Bekasi.
“Tahapan seleksi sudah selesai, kita tinggal mengajukan Pertek (Pertimbangan Teknis) ke BKN dan ke Gubernur,” tegas Anjar saat memberikan keterangan resmi, Rabu (14/10/26).
Diketahui, ada empat nama birokrat yang bersaing ketat memperebutkan posisi strategis ini. Tiga di antaranya merupakan pejabat teras di internal Pemkot Bekasi, yakni Kepala Dinas Tata Ruang Arief Maulana, Asisten Administrasi Umum Faizal Badar, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Muhammad Solikhin.
Menariknya, bursa kali ini juga diikuti oleh penantang dari luar daerah, yaitu Dede Tito Ismanto. Ia merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Banjar Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan.
Setelah melewati rangkaian ujian mulai dari seleksi administrasi, presentasi makalah, hingga wawancara mendalam, Anjar menilai kapasitas keempat figur tersebut sangat mumpuni untuk mengomandoi ASN di Kota Bekasi.
“Calonnya empat orang. Ya, mumpuni semua lah,” ungkapnya.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, dokumen Pertek BKN serta rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat ditargetkan turun pada pekan ketiga Oktober 2026. Setelah restu tersebut didapat, Pemkot Bekasi akan langsung mengumumkan tiga nama terbaik pada pekan keempat di bulan yang sama.
Jika seluruh proses berjalan mulus, kursi Sekda tidak akan dibiarkan kosong terlalu lama. Pelantikan Sekda definitif dijadwalkan akan digelar paling lambat pada pekan pertama bulan depan.
“Mudah-mudahan di dua minggu ini selesai, artinya akhir bulan selesai,” tutup Anjar optimistis.











