Example floating
Example floating
Pendidikan

Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi, 22 Calon Diuji Pecahkan Kasus

Galih
×

Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi, 22 Calon Diuji Pecahkan Kasus

Sebarkan artikel ini
Foto : Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Wijayanti (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi terus memperketat penjaringan calon anggota Dewan Pendidikan periode 2026–2031. Memasuki seleksi tahap kedua, sebanyak 22 peserta yang lolos administrasi kini diuji kemampuannya dalam memecahkan berbagai kasus pendidikan melalui metode panel assessment.

Langkah ini diambil guna memastikan figur yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kecakapan dalam merespons sekaligus memberikan solusi atas dinamika pendidikan di Kota Patriot.

Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Wijayanti, menjelaskan bahwa ujian assessment ini menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana kreativitas dan kedalaman pengetahuan para kandidat saat menghadapi masalah di lapangan.

“Kami melemparkan berbagai studi kasus kepada para peserta. Respons mereka sangat bergantung pada latar belakang pengetahuan, kemampuan dasar, dan kreativitas masing-masing dalam menanggulangi sebuah persoalan,” ujar Wijayanti dalam keterangannya, Rabu (04/11/26).

Wijayanti menekankan, ketajaman analisa adalah kriteria mutlak. Pasalnya, tugas utama Dewan Pendidikan ke depan adalah memberikan masukan dan pertimbangan strategis kepada Kepala Daerah terkait arah kebijakan pendidikan.

“Harapannya, mereka yang terpilih nanti tak sekadar paham teori dan konsep, tetapi benar-benar mampu merumuskan rekomendasi serta solusi konkret untuk menjawab tantangan dunia pendidikan kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa antusiasme masyarakat dalam seleksi ini cukup tinggi. Dari total 45 pendaftar awal, panitia menyusutkan jumlahnya menjadi 22 orang melalui seleksi ketat pada tahap pertama.

“Dari 45 pendaftar, kami saring menjadi 22 orang. Penilaian ini murni berdasarkan kelengkapan berkas administrasi serta perolehan skor tertinggi dari evaluasi makalah dan video yang mereka kumpulkan,” jelas Wijayanti.

Menariknya, para kandidat yang tersisa memiliki latar belakang profesi yang sangat beragam. Mulai dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, aktivis ormas, pemerhati pendidikan, pengelola yayasan sekolah, hingga para pengawas madrasah dan SMA/SMK.

“Keberagaman latar belakang ini akan menjadi modal berharga. Tentunya dapat memberikan perspektif yang lebih kaya dan luas dalam merumuskan kebijakan pendidikan di Kota Bekasi nantinya,” imbuhnya.

Selanjutnya, Disdik Kota Bekasi hanya tinggal merampungkan rekapitulasi penilaian tahap akhir ini. Rencananya, pengumuman hasil seleksi akan dipublikasikan secara resmi pada 9 November 2026 mendatang.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, kuota maksimal anggota Dewan Pendidikan yang akan ditetapkan adalah 11 orang. Formasi akhir figur-figur terbaik ini nantinya akan diajukan langsung kepada Wali Kota Bekasi untuk disahkan.

error: Content is protected !!