BEKASISATU, BEKASI — Ribuan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan sekolah di bawah naungan Perguruan Attaqwa memadati Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 15–17 Oktober 2026. Ajang perkemahan akbar dalam rangka memperingati Milad ke-70 Perguruan Attaqwa ini difokuskan pada penggemblengan karakter, ketangkasan, dan kemandirian para peserta didik melalui kegiatan alam terbuka.
Melalui perhelatan tersebut, Perguruan Attaqwa kembali membumikan tiga pilar utama warisan Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Attaqwa, KH Noer Alie: benar akidah dan akhlaknya, pintar wawasan keilmuannya, serta terampil menerapkan ilmu di tengah masyarakat.
Pimpinan Umum Perguruan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA., menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai kepanduan kepada generasi muda sebagai persiapan menghadapi tantangan zaman pada dekade mendatang.
“Jambore ini merupakan ikhtiar untuk melanjutkan estafet perjuangan KH Noer Alie. Adik-adik harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menempa diri agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan siap memberikan kebaikan bagi umat serta bangsa,” tegas KH. Irfan Mas’ud saat memimpin upacara pembukaan, Jumat (16/10/26)
Ia menambahkan bahwa seluruh satuan pendidikan di lingkungan Attaqwa memikul tanggung jawab moral yang sama untuk melahirkan lulusan berintegritas dan cakap di tengah masyarakat.
“Dari sekolah mana pun kita berasal, kita semua adalah satu keluarga besar Attaqwa. Pendidikan kita harus melahirkan generasi yang benar akidah dan akhlaknya, pintar wawasan keilmuannya, dan terampil menerapkan ilmunya di lingkungan masyarakat,” lanjutnya.
Praktik Survival dan Keterampilan Lapangan
Berbeda dari proses belajar mengajar harian di kelas, para peserta golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak disuguhi serangkaian simulasi lapangan yang menguji ketangkasan fisik serta mental. Sekretaris Perguruan Attaqwa, Dr. H. Khaerul Umam Noer, menyampaikan bahwa seluruh materi dirancang agar peserta menyerap pengetahuan secara praktis.
“Melalui kegiatan survival, mitigasi kebencanaan, olahraga air, keterampilan sablon, dan aktivitas lainnya, anak-anak belajar menghadapi tantangan, meningkatkan ketangkasan, serta mengembangkan kemandirian,” kata Khaerul Umam.
Selain latihan ketangkasan luar ruang, pembukaan acara dimeriahkan oleh peragaan busana berbahan daur ulang, pertunjukan aubade, serta drama kolosal karya sutradara Zahari Aksam yang menceritakan kilas balik perjuangan KH Noer Alie mendirikan Perguruan Attaqwa.
Melalui perpaduan latihan fisik, olah karakter, dan edukasi sejarah ini, Perguruan Attaqwa berkomitmen melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.











