Example floating
Example floating
Pendidikan

Potret SMP 62 Kota Bekasi: Atap Nyaris Roboh, Butuh Renovasi Total

Galih
×

Potret SMP 62 Kota Bekasi: Atap Nyaris Roboh, Butuh Renovasi Total

Sebarkan artikel ini
Foto : SMP Negeri 62 Kota Bekasi Butuh Rehabilitasi Total (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Ratusan siswa di Kota Bekasi masih harus bertaruh kenyamanan belajar di tengah kondisi bangunan sekolah yang kian memprihatinkan.

Merespons krisis infrastruktur ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan proyek peremajaan sekolah bobrok, khususnya Unit Sekolah Baru (USB) seperti SMPN 62 di Kelurahan Medan Satria, masuk dalam daftar prioritas perbaikan pada tahun 2027.

Usia bangunan yang menua diperparah dengan hantaman banjir musiman membuat fasilitas pendidikan di wilayah ini mendesak untuk segera dirombak.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, menegaskan bahwa pembenahan sarana pendidikan memegang porsi utama dalam rancangan kerja pemerintah ke depan.

“Tahun 2027 itu kita masih di posisi pendidikan yang utama. Fokusnya ada pada sekolah-sekolah SMP dan beberapa SD, termasuk juga penyediaan lahan baru,” ungkap Widayat dikutip Rabu (20/09/26).

Khusus untuk jenjang menengah pertama, Pemkot Bekasi akan mengebut pembangunan ruang kelas baru bagi dua USB, yakni SMPN 61 dan SMPN 62 di kawasan Medan Satria. Langkah strategis ini diambil guna menjawab krisis ruang belajar yang tak sebanding dengan lonjakan kebutuhan siswa baru setiap tahunnya.

Bobroknya infrastruktur pendidikan ini turut memantik sorotan tajam dari pihak legislatif. Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, mendesak Disperkimtan untuk turun ke lapangan dan memetakan kerusakan secara detail bersama Dinas Pendidikan (Disdik).

Menurut Evi, kerusakan tidak sekadar pada fisik bangunan seperti atap dan dinding, melainkan menjalar hingga ke fasilitas penunjang belajar. Banyak meja dan kursi (meubeler) siswa yang lapuk dan hancur akibat terendam banjir.

“Ini yang ditekankan oleh Pak Wali, bahwa masih banyak pekerjaan rumah terkait infrastruktur sekolah yang harus segera direnovasi. Kita sudah punya gambaran di Rencana Kerja (Renja) prioritas 2027, sekolah mana saja yang memang urgen,” jelas Evi.

Untuk mencegah program renovasi salah sasaran, Evi mengaku telah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah SD dan SMP di kawasan Bekasi Timur. Ia ingin membuktikan apakah sekolah-sekolah yang diusulkan masuk daftar perbaikan benar-benar berada dalam kondisi kritis.

“Kami harus memastikan langsung, benar atau tidak gedung ini menjadi prioritas dan kondisinya memang layak untuk disegerakan direnovasi,” tegasnya.

Ke depan, legislatif berharap Pemkot Bekasi tidak hanya membangun fisik gedung, tetapi juga merancang desain sekolah yang tangguh terhadap bencana banjir, sehingga fasilitas pendukung belajar mengajar tak lagi menjadi korban kerusakan tahunan.

error: Content is protected !!