Example floating
Example floating
Headline

Usut Hoaks Medsos, Pemuda Bekasi Siapkan Sayembara Ribuan Dolar

Galih
×

Usut Hoaks Medsos, Pemuda Bekasi Siapkan Sayembara Ribuan Dolar

Sebarkan artikel ini
Foto : Akun Medsos Hoaks Bekasi Masih Kusut (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Organisasi Mahamuda Bekasi mengambil langkah agresif untuk membersihkan nama baik mereka dari pusaran hoaks di media sosial. Merasa gerah dituding sebagai dalang di balik akun anonim yang provokatif, Mahamuda resmi menggelar sayembara bernilai ribuan dolar.

Sayembara ini menantang siapa saja—termasuk warganet—yang mampu membongkar identitas asli di balik pengelola akun TikTok “Bekasi Masih Kusut” atau “Bekasi Makin Kusut”. Tidak tanggung-tanggung, hadiah uang tunai sebesar USD 3.000 Dolar atau setara lebih dari Rp50 juta telah disiapkan.

Sekretaris Jenderal Mahamuda Bekasi, Jaelani Nurseha, menyatakan bahwa tantangan terbuka ini merupakan jawaban telak atas fitnah yang selama ini menyudutkan pihaknya.

“Ini serius. Kami siapkan USD 3.000 atau setara Rp50 juta lebih. Siapa yang memiliki informasi dan bisa mengungkap pengelola akun Bekasi Masih Kusut, silakan sampaikan. Termasuk kalau ada yang menuding Mahamuda berada di belakang akun tersebut, silakan buktikan,” tegas Jaelani kepada awak media, Rabu (30/09/26)

Lebih lanjut, Jaelani memaparkan bahwa pihaknya memberikan batas waktu (deadline) yang ketat, yakni 7×24 jam bagi siapa pun yang berani menerima tantangan ini. Bagi masyarakat yang memiliki petunjuk valid, dapat langsung menghubungi saluran resmi (hotline) Mahamuda Bekasi di nomor 0811-335-538.

Nantinya, data intelijen dari masyarakat tidak akan ditelan mentah-mentah, melainkan langsung dikoordinasikan dengan Kepolisian Resor (Polres) Bekasi Kabupaten untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Namun, Jaelani memberikan catatan tegas. Hadiah fantastis tersebut tidak berlaku untuk informasi yang hanya berbasis asumsi atau tebakan liar.

“Kami tidak ingin ada tuduhan tanpa pembuktian. Kalau ada masyarakat yang benar-benar memiliki informasi, sampaikan kepada kami. Kami serahkan proses pembuktiannya kepada kepolisian. Jika informasi itu terbukti membawa sampai pada pengungkapan dan penetapan tersangka, hadiah USD 3.000 siap kami berikan,” pungkasnya.

Langkah hukum ini didorong oleh keresahan publik terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sejumlah elemen masyarakat kabarnya juga telah melaporkan akun penyebar hoaks tersebut kepada pihak berwajib agar iklim digital di Bekasi kembali kondusif.

error: Content is protected !!