Example floating
Example floating
Headline

Pemkot Segera Launching Program Pro UMKM, Bisa Putar Duit ASN Ratusan Juta

Galih
×

Pemkot Segera Launching Program Pro UMKM, Bisa Putar Duit ASN Ratusan Juta

Sebarkan artikel ini
Foto : Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersiap meluncurkan terobosan baru bertajuk ‘Gebrak Pasar’ atau Gerakan Belanja ke Pasar pada Jumat pagi mendatang. Diinisiasi langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi pedagang pasar tradisional dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

​Peluncuran perdana Gebrak Pasar akan dipusatkan di Pasar Baru, Kota Bekasi, mulai pukul 07.00 WIB. Rencananya, kegiatan belanja massal yang akan dilakukan ASN Pemkot Bekasi ini akan dilakukan usai senam pagi bersama yang rutin digelar pada pukul 07.30 WIB. Momen awal bulan sengaja dipilih untuk memaksimalkan daya beli masyarakat dan aparatur pemerintah.

​”Ya, jadi Gebrak Pasar ini adalah Gerakan Belanja Kembali ke Pasar. Kita inisiasi karena bertepatan dengan momen setiap bulan di tanggal muda. Harapannya, mereka nanti bisa memenuhi belanja bulanannya di pasar tradisional,” ungkap Tri Adhianto di Bekasi.

​Tri Adhianto tidak main-main dengan program ini. Ia membidik potensi perputaran ekonomi yang signifikan hanya dalam kurun waktu satu hari.

Dengan patokan nilai belanja yang terjangkau, program ini diyakini mampu menyuntikkan dana segar langsung ke kantong para pedagang kecil.

​”Kemarin kita sudah komitmen, ya sudahlah minimal rata-rata belanja Rp100.000 saja. Nanti kemungkinan yang datang hampir 1.500 orang. Ya lumayan, ada perputaran uang yang beredar hampir Rp150 juta pada hari itu,” tegas Tri memaparkan perhitungannya.

​Wali Kota Bekasi ini juga menepis anggapan miring soal kondisi pasar tradisional. Ia memastikan bahwa kenyamanan pengunjung kini menjadi prioritas. Penataan di dalam pasar, aspek kebersihan, hingga jaminan keamanan sudah dikelola dengan baik.

Yang paling penting, kata Tri, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional jauh lebih murah dan kompetitif dibandingkan berbelanja di luar pasar.

​Guna memastikan program ini berjalan transparan dan terukur, Pemkot Bekasi juga menerapkan sistem pelaporan digital bagi para peserta Gebrak Pasar. Mereka yang berpartisipasi wajib melampirkan bukti transaksi belanja.

​”Pelaporannya nanti sistematis. Struk atau hasil belanjanya difoto, kemudian diunggah (upload). Kalau itu mah sudah masuk ke sistemlah, ya,” pungkasnya.

​Melalui program Gebrak Pasar, Pemkot Bekasi berharap warga kembali menjadikan pasar tradisional sebagai destinasi utama berbelanja, sekaligus menjadi roda penggerak ekonomi kerakyatan di tengah modernisasi kota.

error: Content is protected !!