BEKASISATU, KOTA BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi memastikan kesiapan sistem website jelang pembukaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 Tahap II Jalur Domisili pada 6-8 Juli 2026.
Langkah antisipatif ini diambil usai laman resmi SPMB sempat mengalami kelumpuhan sementara (down) akibat membeludaknya akses pada penutupan Tahap I pekan lalu.
Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, mengakui adanya gangguan server yang dipicu oleh tingginya antusiasme orang tua calon peserta didik. Puncak lonjakan lalu lintas (traffic) situs terjadi sesaat setelah pendaftaran Tahap I—yang meliputi jalur Prestasi, Afirmasi, dan Mutasi—resmi ditutup pada 1 Juli 2026.
“Intinya memang terjadi lonjakan akses secara bersamaan. Bahkan setelah pendaftaran ditutup pukul 21.00 WIB, masyarakat masih ramai mengakses sistem karena ingin melihat hasil seleksinya,” ungkap Bowo melalui keterangan tertulisnya, Minggu (05/07/26).
Bowo menjelaskan, beban server yang terlalu berat membuat respons sistem melambat. Akibatnya, sebagian orang tua murid sempat panik dan mendatangi kantor Disdik serta sekolah-sekolah untuk meminta bantuan teknis pendaftaran. Namun, ia memastikan tim teknis langsung bergerak cepat mengatasi kendala tersebut.
“Downtime-nya hanya sekitar 10 menit. Setelah itu sistem kembali normal dan bisa diakses lagi. Memang saat traffic tinggi, respon time sistem sedikit menurun,” tegasnya.
Tingginya antusiasme warga Kota Bekasi juga tercermin dari angka pendaftar. Pada pelaksanaan SPMB Tahap I untuk jenjang SD dan SMP Negeri, Disdik mencatat ada lebih dari 17 ribu pendaftar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 ribu peserta didik dinyatakan lolos seleksi sesuai daya tampung dan persyaratan administrasi.
Bagi sekitar 7 ribu calon siswa yang belum lolos di Tahap I, Disdik mengingatkan bahwa peluang masih terbuka lebar. Para orang tua dapat kembali mengadu nasib melalui pendaftaran Tahap II Jalur Domisili yang akan dibuka pada awal pekan depan.
“Kami terus melakukan evaluasi dan antisipasi terhadap perbaikan sistem, agar ke depan pada pelaksanaan Pendaftaran SPMB Tahap II nanti, layanan bisa berjalan lebih optimal dan masyarakat dapat mengaksesnya dengan lebih nyaman,” tutup Chondoro.













