BEKASISATU, BEKASI – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sarimukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, menghadirkan kejutan elektoral. Calon Kepala Desa pendatang baru, Sadi Hidayat, berhasil meraih kemenangan telak atas calon petahana (incumbent) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 09.
Berdasarkan hasil penghitungan suara di TPS 09 yang berlokasi di lapangan Perumahan Anastra Village, Minggu (20/09/26), Sadi Hidayat menyapu bersih dukungan dengan perolehan dominan sebanyak 277 suara.
Penghitungan ini disaksikan langsung oleh saksi kedua belah pihak, petugas Linmas, serta warga dari tiga perumahan yang masuk dalam daftar pemilih di TPS tersebut.
Gunan, perwakilan Tim Sukses Sadi Hidayat, menilai anjloknya suara petahana di wilayah tersebut merupakan sinyal kuat adanya evaluasi kinerja dari masyarakat. Menurutnya, dominasi suara untuk Sadi adalah manifestasi dari kerinduan warga akan perbaikan sistem pemerintahan desa.
“Alhamdulillah, di TPS 09 Sadi Hidayat unggul jauh, sementara suara incumbent merosot. Ini bukti nyata bahwa warga Sarimukti, khususnya di wilayah TPS 09, menginginkan pemimpin baru yang lebih merakyat dan transparan,” ungkap Gunan kepada awak media usai penghitungan suara.
Ia menambahkan bahwa tingginya partisipasi dan dukungan warga bukan sekadar euforia sesaat, melainkan bentuk kecerdasan pemilih dalam menentukan arah pembangunan desa ke depan.
“Warga kita sudah cerdas. Mereka butuh program yang jelas, bukan sekadar janji.
Sadi Hidayat hadir menawarkan solusi konkret, mulai dari pelayanan desa yang cepat, pengelolaan anggaran yang transparan, hingga pembangunan infrastruktur yang merata,” tegasnya.
Meski telah mengantongi kemenangan mutlak di TPS 09, Gunan meminta seluruh relawan dan simpatisan untuk tidak merayakan hasil ini dengan euforia berlebihan. Pihaknya menginstruksikan barisan pendukung untuk fokus mengamankan perolehan suara hingga tahap akhir.
“Kita sudah kantongi 277 suara di sini. Tugas selanjutnya adalah kawal terus formulir hasil suara ini sampai proses rekapitulasi di tingkat panitia desa selesai. Jangan lengah, tetap jaga kekompakan dan kondusivitas lingkungan,” pungkas Gunan.













