BEKASISATU, KOTA BEKASI – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi, Anjar Budiono, akhirnya angkat bicara merespons rekomendasi pencopotan Kepala Puskesmas (Kapus) Rawa Tembaga, Sari Manurung.
Langkah tegas dari Komisi IV DPRD Kota Bekasi yang merekomendasikan pencopotan sejak Juni 2026 lalu ini, dinilai mandek di meja birokrasi dan memunculkan sorotan publik terkait lambatnya penanganan.
Dikonfirmasi pada Senin (21/09/26), Anjar Budiono menyatakan bahwa tindak lanjut atas rekomendasi dewan tersebut bukannya diabaikan, melainkan masih berada dalam tahapan pemeriksaan di internal instansinya.
“Sepertinya masih diproses, saya belum melihat hasil akhirnya,” ujar Anjar.
Kasus ini bermula dari temuan kelalaian fatal berupa pemberian obat kedaluwarsa kepada pasien yang terjadi berulang hingga dua kali di Puskesmas Rawa Tembaga. Hal tersebut memicu reaksi keras dari DPRD yang menganggap insiden ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan dan kesehatan warga.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, sebelumnya telah mendesak agar sanksi tegas segera dieksekusi tanpa menunda-nunda.
“Kesalahan yang sama sudah terjadi dua kali. Itu tidak bisa dimaklumi. Kalau sampai terjadi untuk ketiga kalinya, berarti kesehatan warga benar-benar terancam. Maka dari itu, pencopotan harus segera dilakukan,” tegas Ahmadi.
Menanggapi desakan DPRD dan sorotan terkait proses kepegawaian yang dinilai bertele-tele, Anjar berdalih bahwa BKPSDM harus melewati prosedur dan tahapan evaluasi yang tidak semuanya bisa dikonsumsi oleh publik. Namun, ia memastikan sanksi tegas menanti jika pelanggaran tersebut terbukti secara sah dalam pemeriksaan.
“Itu kan ada prosesnya, saya kira ada hal yang tidak perlu diungkapkan. Akan tetapi kalau memang terbukti bersalah, status sebagai Kepala Puskesmas bisa dicopot,” pungkasnya.
Hingga saat ini, publik dan dewan masih menanti ketegasan dari BKPSDM Kota Bekasi untuk segera mengambil keputusan final, guna memberikan efek jera serta memulihkan citra pelayanan kesehatan di mata masyarakat.













