BEKASISATU, KOTA BEKASI – Warga Kota Bekasi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman musibah kebakaran. Memasuki musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mencatat adanya lonjakan kasus kebakaran yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026, dengan korsleting listrik sebagai pemicu utamanya.
Hingga 5 Agustus 2026, tercatat sebanyak 223 insiden kebakaran telah melanda berbagai wilayah di Kota Bekasi. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 24,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang berada di angka 179 kejadian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Bekasi, Muhammad Reward Aprial, mengungkapkan bahwa kelalaian dalam pengelolaan instalasi listrik rumah tangga masih menjadi biang keladi utama dari tingginya angka insiden tersebut.
“Dari rata-rata kejadian tersebut, pemicu kebakaran akibat korsleting listrik masih menjadi faktor utama dari pelaporan yang masuk, yakni mencapai 121 kejadian,” tegas Reward dalam keterangannya, Kamis (06/08/26).
Selain masalah instalasi listrik, Reward juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang membakar sampah sembarangan di musim panas. Pihaknya mencatat setidaknya ada 37 insiden kebakaran yang bermula dari aktivitas pembakaran sampah di lahan kosong.
Merespons tren peningkatan ini, Disdamkarmat mendesak masyarakat untuk lebih proaktif melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala di kediaman masing-masing.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan instalasi listrik yang sudah tidak layak, tidak menumpuk colokan listrik secara berlebihan, serta memastikan peralatan elektronik dimatikan apabila tidak digunakan dalam waktu lama,” pesannya.
Guna mengantisipasi potensi lonjakan kebakaran yang lebih parah selama puncak musim kemarau, Reward memastikan bahwa seluruh personel dan armada pemadam kebakaran di Kota Bekasi saat ini berada dalam kondisi siaga penuh.
“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan personel maupun sarana pendukung. Harapannya, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan sehingga angka kejadian kebakaran di Kota Bekasi dapat ditekan,” pungkasnya.













