Example floating
Example floating
Ekbis

Cetak Jersey Ala Inggris, CALMA Bagikan Ilmu Bisnis di Kota Bekasi

Galih
×

Cetak Jersey Ala Inggris, CALMA Bagikan Ilmu Bisnis di Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Foto : Disparbud bersama Calma Gelar Pelatihan Digital Printing (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mengambil langkah strategis untuk mendongkrak ekosistem ekonomi kreatif di wilayahnya. Bekerja sama dengan jenama lokal CALMA Indonesia, Disparbud menggelar Pelatihan Digital Printing guna mencetak para pengusaha fesyen baru dari kalangan warga lokal.

Pelatihan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026 ini akan diselenggarakan di Gedung Creative Center Kota Bekasi, pada Senin hingga Selasa, 19–20 Oktober 2026.

Peserta nantinya tidak sekadar belajar teori, melainkan praktik langsung mengenai proses cetak digital, teknik sublimasi, pemetaan pasar, hingga strategi merintis jenama (brand) fesyen sendiri.

Manager Bisnis CALMA Indonesia, Lilis Anggraini, menjelaskan bahwa industri cetak pakaian memiliki prospek yang sangat menjanjikan dan bisa diinisiasi oleh siapa saja dengan modal terukur.

“Peluang di bisnis pakaian printing ini sangat besar dan bisa dimulai dari skala kecil. Melalui pelatihan ini, kami ingin warga Bekasi, terutama anak muda, tidak hanya jadi pembeli, tapi berani menjadi produsen dan punya brand sendiri,” ujar Lilis, Kamis (15/10/26).

Selama ini, masyarakat kerap mengidentikkan digital printing murni dengan pembuatan jersey atau pakaian olahraga. Lilis meluruskan bahwa teknologi ini sejatinya mampu merambah berbagai lini produk bernilai jual tinggi.
Mulai dari kemeja bermotif eksklusif, hijab, gamis, tote bag, hingga seragam instansi dan perusahaan.

Teknologi cetak kain ini juga membuka ruang bagi para pelaku usaha untuk mengangkat unsur kearifan lokal. Desainer, misalnya, dapat mengaplikasikan motif batik khas budaya Bekasi secara detail dan konsisten dalam waktu singkat.

“Satu mesin dan satu keterampilan desain bisa menghasilkan banyak lini produk. Yang membedakan nanti adalah kreativitas dan keberanian dalam membangun brand,” tegas Lilis menambahkan.

Ia memastikan seluruh materi yang dibagikan murni bersumber dari pengalaman operasional CALMA Indonesia di lapangan.

Keterlibatan CALMA Indonesia sebagai narasumber utama memberikan bobot tersendiri dalam pelatihan ini. Jenama asal Kota Patriot yang mengelola fasilitas produksi secara mandiri ini telah menjadi penyuplai apparel untuk sejumlah klub sepak bola profesional di Liga 2.

Lebih dari itu, produk buatan Bekasi ini telah sukses menembus pasar global. CALMA Indonesia tercatat rutin mengekspor ribuan potong pakaian ke Classic Football Shirts (CFS), salah satu jaringan distributor jersey terbesar di dunia yang bermarkas di Manchester, Inggris.

Sebagai informasi tambahan, pelatihan digital printing ini merupakan satu dari empat rangkaian kelas ekonomi kreatif yang disiapkan. Pemkot Bekasi juga membuka kelas Konten Kreator bersama Gekraf (21-22 Oktober), Podcast bersama Diskominfostandi (26-27 Oktober), dan Public Speaking bersama STIAMI (29-30 Oktober).

error: Content is protected !!