BEKASISATU, KOTA BEKASI – Maraknya aktivitas tempat hiburan malam, peredaran minuman keras (miras), hingga obat-obatan terlarang di kawasan Bintara memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Merespons aduan warga, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Front Persaudaraan Islam (FPI) Bekasi Barat resmi mendesak pihak kecamatan untuk segera turun tangan melakukan penertiban.
Desakan tersebut disampaikan langsung oleh jajaran pengurus DPC FPI Bekasi Barat saat menggelar audiensi dengan Camat Bekasi Barat pada Rabu (16/09/26). Pertemuan ini menjadi langkah tegas untuk menekan potensi kerusakan lingkungan dan moral di wilayah tersebut.
Ketua DPC FPI Bekasi Barat, Choirudin, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari warga yang merasa tidak aman dan nyaman dengan menjamurnya tempat maksiat. Menurutnya, pembiaran terhadap hiburan malam akan memicu efek domino yang merusak tatanan sosial masyarakat.
“Dampak sosialnya sangat jelas, mulai dari peningkatan kriminalitas seperti pencurian, perkelahian, peredaran narkoba, hingga prostitusi terselubung. Selain itu, ini merusak moral generasi muda dan memicu perselisihan rumah tangga atau KDRT,” tegas Choirudin usai audiensi.
Tidak hanya masalah sosial, Choirudin juga menyoroti pencemaran lingkungan yang ditimbulkan. Polusi suara dari dentuman musik pada malam hari dinilai sangat mengganggu waktu istirahat warga sekitar yang taat hukum.
“Turunnya nilai etika ruang mengubah permukiman yang sehat menjadi kawasan kumuh secara moral dan sosial. Dalam pandangan kami, perbuatan maksiat dapat mengundang keresahan hidup, bencana, dan hilangnya keberkahan di suatu wilayah,” tambahnya.
Langkah DPC FPI Bekasi Barat ini juga sejalan dengan instruksi Ketua DPD FPI Kota Bekasi, Habib Ali Alatas, yang sebelumnya memberikan arahan tegas terkait bahaya izin hiburan malam, peredaran obat-obatan golongan G, narkoba, hingga penyimpangan seksual (LGBTQ).
Beruntung, aspirasi dari warga dan FPI ini disambut positif oleh jajaran Kecamatan Bekasi Barat. Choirudin yang datang didampingi Sekretaris Afritandi dan Bendahara Sutaryanto, mengapresiasi keterbukaan pihak pemerintah setempat.
“Alhamdulillah, Bapak Camat beserta jajarannya mengakomodir keluhan-keluhan tersebut dan berjanji akan segera menindaklanjutinya bersama masyarakat. Kami FPI Bekasi Barat siap mendukung penuh program aparatur pemerintah demi terciptanya keamanan dan ketertiban lingkungan,” pungkasnya.
Kini, warga Bintara menanti langkah konkret dan tindakan tegas dari aparatur Kecamatan Bekasi Barat untuk mengembalikan kenyamanan dan ketenteraman di lingkungan mereka.













