BEKASISATU, KOTA BEKASI – Intervensi gizi guna menekan angka stunting di Kabupaten Bekasi mulai membuahkan hasil nyata. Sejumlah balita penerima manfaat dari program Corporate Social Responsibility (CSR) ‘Protein Cegah Stunting’ yang digagas Alfamidi Cabang Bekasi dilaporkan mengalami peningkatan berat dan tinggi badan yang signifikan.
Memasuki tahap kedua pelaksanaannya pada Rabu (22/07/26), Alfamidi kembali mendistribusikan 6.000 butir telur kepada 50 balita. Guna memastikan penyaluran tepat sasaran, program ini menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi, tenaga kesehatan dari Puskesmas, serta kader Posyandu setempat.
Kepala UPTD Pengendalian Penduduk Wilayah II Kecamatan Cikarang Selatan-Serang Baru, Burhanudin Harahap, mengonfirmasi dampak positif dari program bantuan pangan bernutrisi tersebut di lapangan.
“Salah satunya terlihat dari peningkatan berat badan balita. Salah satu orang tua penerima manfaat menyampaikan, dua bulan terakhir pertumbuhan anaknya pesat. Menurut kami, program ini sangat bermanfaat,” ungkap Burhanudin di sela-sela kegiatan pembagian telur dan edukasi pencegahan stunting.
Peningkatan kualitas gizi balita ini juga diamini oleh Kepala Puskesmas Sukasejati, Nenden Wulansari. Ia mengapresiasi langkah konsisten sektor swasta dalam memenuhi kebutuhan protein esensial bagi anak-anak di wilayah kerjanya.
“Program ini sangat bermanfaat dan terbukti sudah ada beberapa balita yang mengalami peningkatan berat badan maupun tinggi badan. Semoga ke depannya sasaran program juga dapat diperluas, karena masih banyak balita yang membutuhkan pendampingan gizi di wilayah kami,” tutur Nenden.
Menanggapi keberhasilan intervensi gizi tersebut, Branch Manager Alfamidi Cabang Bekasi, Gunardi, menegaskan komitmen perusahaannya tidak akan berhenti sampai di sini. Ia memaparkan bahwa program CSR ini dirancang berkelanjutan selama enam bulan, dengan total target penyaluran mencapai 18.000 butir telur hingga November 2026 mendatang.
“Program Protein Cegah Stunting merupakan komitmen berkelanjutan Alfamidi dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia. Ini bukan hanya sekadar penyaluran bantuan pangan, tetapi menjadi bagian dari upaya lintas sektor untuk masa depan generasi penerus,” tegas Gunardi.
Ke depan, sinergi berkelanjutan antara dunia usaha, pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat. Kolaborasi ini menjadi kunci utama agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan optimal, serta melahirkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.













