BEKASISATU, KOTA BEKASI – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX tingkat Kota Bekasi menjadi momentum bagi legislatif untuk menyuarakan keresahan terkait kebijakan fiskal pusat. Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, secara terbuka meminta agar pemerintah pusat tidak lagi memangkas alokasi dana transfer ke daerah.
Menurutnya, tren pengurangan dana transfer daerah sangat kontradiktif dengan semangat otonomi. Pemotongan tersebut dinilai berisiko menghambat berbagai program dan kebijakan anggaran yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat bawah.
“Di Hari Otonomi Daerah ini, pemerintah pusat diharapkan mendengar keinginan pemerintah daerah agar transfer kas daerah jangan dikurangi lagi,” tegas Sardi Efendi usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Otda XXX di Plaza Kantor Wali Kota Bekasi, Senin (27/04/26).
Politisi ini menekankan bahwa pemerintah daerah harus diberikan keleluasaan penuh dalam menyusun perencanaan hingga penganggaran. “Berikanlah keleluasaan prinsip otonomi daerah itu. Jangan sampai karena transfer kas dikurangi, kebijakan anggaran yang pro-rakyat untuk masyarakat di daerah malah menjadi terhambat,” tambahnya.
Tuntut Kewenangan Penuh Kelola Data Kemiskinan
Selain masalah anggaran, Sardi juga menyoroti carut-marutnya sinkronisasi data sosial dan kemiskinan antara pusat dan daerah. Ia mendesak agar pengelolaan data kemiskinan sepenuhnya diserahkan kepada daerah, dalam hal ini melalui Dinas Sosial setempat, agar intervensi bantuan jauh lebih tepat sasaran.
Sebagai ujung tombak pemerintahan, daerah dianggap lebih mumpuni dalam memetakan kondisi demografi dan ekonomi warganya secara real-time.
“Pemerintah daerah adalah pihak yang paling mengetahui kondisi riil masyarakatnya. Oleh karena itu, sinergi antara perencanaan, penganggaran, hingga sinkronisasi kebijakan antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama terwujudnya kesejahteraan,” pungkas Sardi
Sebagai informasi, upacara Hari Otda tahun ini mengusung tema nasional “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris DPRD Kota Bekasi Lia Erliani, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari unsur TNI/Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kemandirian Kota Patriot.













