BEKASISATU, KOTA BEKASI — Dugaan kasus intimidasi dan kekerasan verbal oleh oknum guru terhadap siswa di SMKN 1 Kota Bekasi memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Meski Pemerintah Kecamatan Bekasi Barat telah turun tangan, langkah tersebut dinilai belum cukup jika tidak dibarengi dengan sanksi tegas.
Ketua Umum Indonesian Education Monitoring Center (IEMC), Ronald A. Sinaga atau yang akrab disapa BroRon, mendesak agar penanganan kasus ini diusut secara tuntas dan objektif. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat untuk segera membentuk tim pemeriksa independen.
“Saya mengapresiasi gerak cepat Camat Bekasi Barat yang langsung melakukan konfirmasi dan koordinasi. Tetapi, jangan sampai penanganan berhenti pada rapat dan klarifikasi saja. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya kekerasan verbal terhadap siswa, maka oknum guru harus diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas BroRon dalam keterangannya, Jumat (07/08/26).
Menurut BroRon, pembentukan tim independen sangat krusial untuk mencegah adanya konflik kepentingan dalam pengungkapan fakta di lapangan. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pendampingan psikologis bagi korban.
“Jangan biarkan anak yang menjadi korban justru kehilangan haknya untuk bersekolah karena trauma,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Bekasi Barat melalui akun resminya pada Kamis (6/8/2026) menyatakan telah melakukan koordinasi dan memanggil pihak sekolah.
Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan keamanan serta kenyamanan peserta didik selama proses belajar mengajar tetap terjamin, menyusul viralnya isu bullying tersebut di media sosial.
Namun, BroRon mengingatkan bahwa evaluasi sistemik di lingkungan sekolah jauh lebih penting daripada sekadar meredam isu yang sedang viral.
“Sekolah harus menjadi tempat paling aman bagi anak. Tidak boleh ada budaya membentak, menghina, atau mempermalukan siswa atas nama pendidikan. Bila terbukti, tindakan seperti itu bukan sekadar pelanggaran etika profesi guru, tetapi juga bentuk kekerasan yang harus dipertanggungjawabkan,” tutup BroRon.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu langkah konkret dari pihak Disdik Jawa Barat maupun manajemen SMKN 1 Kota Bekasi terkait nasib oknum guru yang diduga melakukan intimidasi tersebut.













