BEKASISATU, KOTA BEKASI – Maraknya kasus kekerasan anak di fasilitas penitipan anak (daycare) di sejumlah daerah, termasuk peristiwa yang baru-baru ini menyita perhatian publik di Yogyakarta, membuat Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah antisipasi yang tegas.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menjamin keamanan belasan daycare resmi di wilayahnya dengan memperketat pengawasan rutin dan memastikan transparansi melalui akses kamera pengawas (CCTV).
Kepala Seksi PAUD Disdik Kota Bekasi, Heru Kurniawan, menegaskan bahwa fasilitas CCTV kini menjadi standar penting untuk memberikan rasa aman bagi para orang tua yang menitipkan buah hatinya.
“Daycare-daycare yang kami visitasi sudah difasilitasi oleh CCTV yang bisa diakses langsung oleh orang tua,” ucap Heru, Selasa (28/04/26).
Heru memaparkan, pengetatan standar operasional dan keamanan ini merupakan tindak lanjut yang sudah diintensifkan sejak munculnya kasus kekerasan daycare di Depok pada 2024 lalu.
“Saat itu kita langsung membuat surat instruksi kepada para penilik untuk melakukan peninjauan secara berkala ke lapangan,” ungkapnya.
Terkait jumlah fasilitas penitipan anak yang legal dan terpantau, Heru menyebut angkanya belasan dan didominasi di satu wilayah kecamatan.
“Di Kota Bekasi, yang terdata sudah memiliki izin operasional ada 15 daycare sampai saat ini. Mayoritas fasilitas tersebut berada di wilayah Kecamatan Bekasi Utara,” jelas Heru.
Untuk memastikan standar mutu tetap terjaga, Disdik mengerahkan petugas penilik di 12 kecamatan untuk melakukan inspeksi setiap bulan. Para penilik ini bertugas mengevaluasi kelayakan operasional serta memantau langsung kegiatan sehari-hari anak-anak.
Berkat sistem pengawasan berlapis dan akses CCTV yang transparan bagi orang tua, Disdik mengklaim bahwa fasilitas penitipan anak di Kota Bekasi saat ini dalam kondisi yang sangat kondusif.
“Alhamdulillah, sejauh ini di Kota Bekasi tidak ada laporan kekerasan atau peristiwa lain yang memerlukan atensi khusus,” pungkas Heru.











