Example floating
Example floating
Kota Bekasi

Catatan Akhir Tahun, DP3A Kota Bekasi Rilis Kekerasan Anak Dan Perempuan

Galih
×

Catatan Akhir Tahun, DP3A Kota Bekasi Rilis Kekerasan Anak Dan Perempuan

Sebarkan artikel ini
Foto : Kekerasan Terhadap Anak Dan Perempuan (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Menjelang tahun baru 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mencatat ratusan kasus kekerasan anak dan perempuan.

Dalam catatan yang dihimpun DP3A Kota Bekasi dari periode Januari hingga bulan November 2024, terdapat 200 kekerasan pada anak dan 171 kasus kekerasan pada perempuan.

Kepala DP3A Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini menjelaskan jika kekerasan paling umum yang dialami anak ialah kekerasan seksual yang banyak terjadi di Bekasi Utara.

“Sedangkan perempuan dominasi laporan kekerasan fisik pada rumah tangga di Wilayah Bekasi Barat dan Bekasi Timur,” kata Satia melalui pesan singkatnya.

Sejumlah langkah inisiatif seperti kolaborasi dengan berbagai lembaga, layanan pendampingan kasus, konsultasi hukum dan konseling psikologi telah diupayakan sepanjang tahun 2024 untuk menekan angka kasus.

“DP3A juga mengadakan berbagai acara yang melibatkan forum-forum komunitas untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Selain itu, DP3A Kota Bekasi juga telah melaksanakan sosialisasi kekerasan secara rutin setiap tahunnya. Dan penyediaan layanan hotline Teman Curhat Perempuan dan Anak (Terpana).

Adapun untuk tahun 2025, DP3A Kota Bekasi berencana melakukan kolaborasi Penthahelix, yaitu kerjasama antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas dan media, sebagai langkah mitigasi.

error: Content is protected !!