BEKASISATU, KOTA BEKASI — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar secara resmi menerbitkan surat persetujuan bagi Ranny Fahd Arafiq untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Keputusan ini dinilai menjadi momentum penting bagi upaya pembaharuan dan penyegaran mesin partai di daerah tersebut.
Restu dari pusat itu tertuang secara sah dalam Surat DPP Partai Golkar Nomor: B-1119/DPP/GOLKAR/IX/2026 yang diterbitkan pada 9 September 2026 dan ditandatangani langsung Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Dalam isi surat tersebut berisi diskresi rekomendasi DPP Golkar untuk memberikan rekomendasi Ranny Fahd Arafiq untuk maju menjadi ketua DPD serta mengikuti ajang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bekasi Tahun 2026.
Masuknya nama Ranny Fahd Arafiq ke dalam bursa pencalonan bukan tanpa alasan. Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI periode 2024-2029 ini dinilai memiliki rekam jejak elektoral yang mumpuni.
Dalam petikan surat resminya, DPP Golkar menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru ini. “Rekam jejak elektoral yang bersangkutan dan kebutuhan organisasi akan kepemimpinan baru diharapkan mampu berkontribusi dalam menambah kursi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan kursi Anggota DPRD Kota Bekasi,” bunyi pertimbangan DPP dalam surat tersebut.
Meski telah mengantongi “tiket VIP” dari pusat, DPP tetap menginstruksikan Ranny untuk mengikuti seluruh mekanisme dan tata tertib Musda. Mulai dari proses penjaringan, kelengkapan administrasi, hingga sistem pemungutan suara.
Keputusan mutlak nantinya tetap berada di tangan para pemegang suara sah di akar rumput.
Dukungan Penuh dari Akar Rumput
Kehadiran Ranny di bursa pencalonan langsung disambut positif oleh kader di tingkat kecamatan. Salah satunya datang dari Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Jatiasih, Karya Ahmad.
Menurut Karya, Golkar Kota Bekasi saat ini tengah berada dalam fase krusial yang membutuhkan penyegaran total untuk mengembalikan muruah dan kejayaan partai.
“Saya sudah memberikan dukungan penuh terhadap Ranny Fahd Arafiq untuk bisa memberikan angin segar terhadap DPD Golkar Kota Bekasi. Satu suara untuk pembaharuan!” tegas Karya Ahmad.
Ia juga mengingatkan agar partai berlambang pohon beringin ini tidak sekadar terjebak pada nostalgia kejayaan masa lalu. Karya menilai, elektabilitas partai hanya bisa dikerek naik jika dipimpin oleh figur yang mau turun langsung dan mendengar keluh kesah rakyat.
“Kerja nyata lebih dibutuhkan. Ke depan, pemimpin harus sering berinteraksi dan turun langsung ke masyarakat,” pungkasnya.
Dengan turunnya restu DPP dan menguatnya dukungan dari tingkat kecamatan, peta persaingan Musda Golkar Kota Bekasi 2026 kini sudah terlihat jelas.
Seperti diketahui, bursa pencalonan ketua Golkar Kota Bekasi menjelang Musda memunculkan dua srikandi politik yang memiliki basis kekuatan berbeda: Ade Puspitasari sang petahana dan Ranny Fahd Arafiq.
Ade Puspitasari, yang merupakan putri asli daerah dan telah menjabat dua periode di DPRD Provinsi Jawa Barat, memiliki akar rumput yang kuat, terutama di kalangan kader muda Golkar Bekasi. Di sisi lain, Ranny Fahd Arafiq hadir dengan kekuatan politik level nasional yang saat ini menduduki kursi sebagai Anggota DPR RI.













