Example floating
Example floating
Daerah

Wajah Baru Lapas Bekasi: Makin Transparan Lewat Sistem Digital

Galih
×

Wajah Baru Lapas Bekasi: Makin Transparan Lewat Sistem Digital

Sebarkan artikel ini
Foto : Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Dedy Cahyadi Saat Menerangkan Digitalisasi Pelayanan (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi melakukan perombakan besar-besaran pada sistem pelayanannya. Langkah strategis ini mengedepankan digitalisasi untuk menekan potensi pelanggaran integritas sekaligus memberikan kemudahan akses, pelayanan yang transparan, dan terukur bagi masyarakat serta keluarga warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Dedy Cahyadi, mengungkapkan bahwa pembenahan ini mencakup perbaikan fisik bangunan, fasilitas publik, hingga ruang pembinaan. Keputusan merombak tata kelola ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi bersama tim kepatuhan internal.

“Ketika saya masuk, kami dari tim kepatuhan internal Ditjen PAS, intel Ditjen PAS, dan wilayah sudah melakukan pemetaan, evaluasi, dan mitigasi.
Akhirnya terlihat bahwa harus ada perbaikan tata kelola,” kata Dedy.

Untuk menutup ruang terjadinya diskresi atau kebijakan sepihak yang tak sesuai prosedur, pihak Lapas kini mengandalkan sistem digital yang lebih komprehensif.

Salah satu penerapannya terlihat pada integrasi pendaftaran kunjungan yang disesuaikan dengan kapasitas ruang. Selain itu, pihak Lapas juga merapikan sarana komunikasi dengan menyiapkan ruang wartel khusus di setiap blok bagi warga binaan.

“Yang bisa menjawab ini adalah sistem yang rigid, yaitu sistem digital. Sebelumnya sudah ada aplikasi, tetapi seiring berjalannya waktu ternyata kita membutuhkan sistem yang lebih komprehensif dan lebih detail,” ujarnya.

Hadirkan Layanan BESTI untuk Pengunjung Pemula

Menyadari masih banyaknya masyarakat yang kebingungan dengan prosedur kunjungan, Lapas Bekasi meluncurkan inovasi bernama BESTI (Bulan Lapor Emergency Service). Layanan ini didedikasikan untuk memandu pengunjung yang baru pertama kali datang.

Bagi warga yang datang di jam kerja, petugas akan langsung memberikan pendampingan. Sementara jika kunjungan terjadi di luar jam operasional, seperti sore hari, petugas menyediakan fasilitas panggilan video. Khusus kedatangan malam hari, barang titipan akan diterima dan diproses keesokan harinya.

“Kecuali ada kondisi darurat, kalau mereka baru pertama kali datang dan tidak tahu aturan apa pun, itu akan kita layani. Kita pasti bantu sampai dalam,” tutur Dedy.

Dedy juga menyoroti tantangan geografis Lapas Bekasi yang berada persis di tengah kawasan permukiman padat penduduk. Kondisi ini menuntut seluruh petugas untuk selalu disiplin dan teliti, karena kesalahan kecil dapat langsung memicu sorotan warga sekitar.

Oleh karena itu, Dedy menegaskan bahwa pembenahan ini tidak bisa berjalan sendiri. Ia secara aktif menjalin komunikasi lintas sektoral dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, DPRD, BNN, TNI, dan Polri guna mendukung keamanan serta pemenuhan infrastruktur, seperti permohonan bantuan pembuatan sumur air dan program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami mohon dukungan dan doanya agar kami di Lapas Bekasi ini bisa konsisten dan istiqomah. Mudah-mudahan masyarakat paham bahwa pemasyarakatan berbenah itu nyata, bukan sekadar slogan,” pungkasnya.

error: Content is protected !!