Example floating
Example floating
Daerah

Cegah Krisis Moral, Pemuda Batak Bersatu Tolak Bahasa Kasar di Medsos

Galih
×

Cegah Krisis Moral, Pemuda Batak Bersatu Tolak Bahasa Kasar di Medsos

Sebarkan artikel ini
Foto : Pemuda Batak Bersatu Serukan Anti Bicara' Kasar di Medsos (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI — Fenomena maraknya penggunaan bahasa kasar dan umpatan di dunia maya memantik keprihatinan serius di tengah masyarakat. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Batak Bersatu (PBB) mengambil sikap tegas dengan mengampanyekan gerakan bersih media sosial guna mencegah terjadinya degradasi moral pada generasi muda.

Organisasi masyarakat ini menilai, platform digital saat ini kerap menjadi ruang yang bebas dari tata krama. Jika dibiarkan, lingkungan virtual yang beracun akan berdampak langsung pada hilangnya nilai kesantunan anak-anak di dunia nyata.

“Kita tidak boleh menggunakan kata-kata kotor atau kasar di media sosial, apa pun bahasanya—baik bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa asing. Semua harus dijaga kebersihannya,” tegas Ketua Umum DPP PBB, Lombok F. Sihombing, di Bekasi, Jumat (03/10/26).

Lombok mengingatkan bahwa rekam jejak digital dan interaksi orang dewasa di media sosial sangat mudah diserap oleh anak-anak. Menurutnya, pembiaran terhadap normalisasi kata-kata negatif merupakan ancaman nyata bagi masa depan bangsa.

“Jangan sampai anak-anak kita dan generasi selanjutnya tidak lagi bermoral, tidak lagi mengerti sopan santun dan etika. Itu kerugian besar bagi kita semua,” ucapnya mengingatkan.

Langkah preventif PBB ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang mulai resah dengan tingginya tensi ujaran kebencian di internet. Salah seorang warga, Marisi Sitompul, menilai kampanye ini hadir di momentum yang tepat.

“Saya sangat setuju. Sekarang ini di media sosial banyak sekali ujaran yang tidak pantas, bahkan saling menghina. Kita tidak ingin anak-anak kita meniru hal tersebut,” tutur Marisi.

Marisi menegaskan bahwa edukasi literasi digital harus dibarengi dengan praktik langsung dari orang tua dan lingkungan sekitar. Ia berharap seruan moral dari PBB mampu bertransformasi menjadi kebiasaan kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Ajakan PBB ini sangat tepat, agar kita kembali bicara santun di mana pun kita berada. Etika itu cermin diri. Jika kita menjaganya, kita juga menjaga martabat bangsa dan budaya kita,” pungkasnya.

Melalui kampanye ini, Pemuda Batak Bersatu berkomitmen untuk terus mendorong literasi etika digital agar ruang interaksi maya kembali menjadi tempat yang sehat, beradab, dan aman bagi perkembangan mental generasi penerus.

error: Content is protected !!