BEKASISATU, KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menyampaikan update terkait pembangunan empat polder air di wilayah Sepanjang Jaya, Bulak Kapal, Griya Bintara, dan Bintara Jaya seluruhnya masih terus berjalan.
Namun, salah satu titik pembangunan Polder di Bintara Jaya dipastikan membutuhkan tambahan waktu penyelesaian akibat hambatan teknis dan sosial.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, memaparkan progres terbaru pekerjaan polder tersebut.
Ia menyebut pembangunan tiga polder menunjukkan kemajuan signifikan, sedangkan satu lainnya masih jauh dari target.
“Sepanjang Jaya sudah 80 persen, Bulak Kapal 50 persen, Griya Bintara 30 persen, dan Bintara Jaya baru sekitar 15 persen,” kata Idi, Senin (24/11/25).
Hambatan terbesar ada di Polder Bintara Jaya, karena menurut Idi, proyek pembangunan tersebut sempat tertahan akibat penolakan warga.
“Polder Bintara Jaya ini progresnya paling berat. Kemarin terjadi penolakan warga, tapi sudah kami selesaikan. Saat ini pekerjaannya kembali berjalan, posisi progresnya baru 10–15 persen,” ujarnya.
Idi memastikan dua polder yang dibiayai non-APBD, yakni Sepanjang Jaya dan Bulak Kapal, dapat terus melanjutkan pekerjaan tanpa batasan waktu akhir tahun.
“Dua polder non-APBD tidak terpaku pada batas tahun anggaran karena memakai alat kami sendiri, sehingga pekerjaan bisa terus berjalan,” ucapnya.
Namun untuk Polder Bintara Jaya, ia mengakui perlunya penyesuaian waktu. “Sepertinya perlu penambahan waktu karena sebelumnya ada penolakan warga,” kata Idi.
Pemkot Bekasi menegaskan proyek polder air tetap menjadi prioritas untuk mengurangi potensi banjir di kawasan permukiman padat tersebut.











