Example floating
Example floating
Dprd

Gandeng Apoteker, Adelia Sidik Edukasi Bahaya Obat Ilegal di Bekasi

Galih
×

Gandeng Apoteker, Adelia Sidik Edukasi Bahaya Obat Ilegal di Bekasi

Sebarkan artikel ini
Foto : Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Adelia Sidik Saat Menyerap Aspirasi Warga (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Minimnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan risiko peredaran obat ilegal menjadi sorotan serius dalam agenda reses DPRD Kota Bekasi. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia Sidik, mengambil langkah taktis dengan menggandeng Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk turun langsung ke masyarakat.

Kolaborasi ini terealisasi saat Politisi Partai Golkar tersebut menggelar Jaring Aspirasi (Reses) I Tahun Anggaran 2026 di RW 04, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Jumat (13/02/26).

Berbeda dengan reses konvensional, Adelia menekankan pentingnya kehadiran praktisi kesehatan di tengah warga. Menurutnya, persoalan kesehatan di akar rumput tidak hanya soal infrastruktur Puskesmas, tetapi juga literasi warga terhadap konsumsi obat-obatan.

“Melalui reses ini, kami ingin mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus menghadirkan solusi nyata dengan melibatkan organisasi profesi seperti IAI. Warga butuh edukasi teknis yang valid, bukan sekadar janji politik,” ujar Adelia kepada awak media.

Dalam pertemuan tersebut, warga Sepanjang Jaya secara terbuka menumpahkan kekhawatiran mereka terkait minimnya akses informasi obat yang benar serta ketakutan akan obat palsu atau ilegal yang beredar di pasaran. Warga mendesak adanya program pemeriksaan kesehatan rutin yang lebih intensif.

Menanggapi hal itu, tim IAI yang hadir memberikan edukasi langsung mengenai prosedur “Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang” (DAGUSIBU) obat dengan benar. Mereka memperingatkan warga untuk tidak membeli obat keras tanpa resep dokter demi menghindari efek samping fatal.

Adelia berkomitmen, hasil diskusi ini tidak akan menguap begitu saja. Sebagai pimpinan komisi yang membidangi kesehatan, ia akan membawa isu pengawasan obat dan peningkatan layanan farmasi ini ke meja rapat dinas.

“Aspirasi soal pengawasan obat ilegal dan edukasi ini akan kami dorong menjadi program prioritas. Sinergi DPRD, IAI, dan Dinas Kesehatan harus diperkuat agar pelayanan kesehatan di Bekasi semakin merata dan aman,” tegas Adelia menutup pembicaraan.

error: Content is protected !!